Anak 8 Tahun Penderita Anemia Aplastik di Desa Kutaampel Batujaya Butuh Bantuan

Anak 8 Tahun Penderita Anemia Aplastik di Desa Kutaampel Batujaya Butuh Bantuan

Bocah 8 Tahun Penderita Anemia Aplastik di Desa Kutaampel Batujaya Butuh Bantuan

 

KARAWANG,JAWA BARAT

 SINDONEWS86.COM– Nasib malang di alami Bocah berusia 8 tahun, anak Pertama dari pasangan suami istri Abdul Latif dan Nia, warga Dusun Lolohan 1 RT 09 RW 03 Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Membutuhkan uluran tangan dari kalangan Dermawan maupun Dinas terkait.

 

Saat ini bocah bernama Zhafran Arziki Khalfani itu, ia terbaring di atas kasur di dalam kamar rumahnya, lantaran menderita salah satu jenis penyakit kelainan darah yang disebabkan oleh kegagalan sumsum tulang belakang untuk menghasilkan sel darah (Susp Anemia Aplastik). Terlihat sangat lemah, sejak enam bulan terakhir.

 

Derita penyakit tersebut membuat Zhafran terlihat sangat lemah. Sang ibu Nia mengaku tidak menduga, apalagi selama ini anaknya tidak pernah mengalami penyakit yang sekarang diderita anaknya, sekarang ini. “Baru sekitar enam bulan terakhir dia (Zhafran) sakit Anemia Aplastik, saya tidak pernah menyangka anak saya akan menderita penyakit separah itu soalnya selama ini dia baik-baik saja,” kata ibu Zhafran, Nia, lirih saat dikonfirmasi wartawan, dikediamannya, Sabtu (27/8/2022).

 

Masih menurut sang ibu, penyakit yang diderita putranya itu, sekali trafusi darah untuk pengobatan anak saya, dalam kurun waktu seminggu mengghabiskan 7-16 kantong darah, paling sedikit 7 kantong, sedangkan perkantong darahnya saya beli dengan harga Rp 550.000,- ribu/perkantong, kalau untuk mengandalkan BPJS hanya mendapat 2 kantong darah, selebihnya pakai biyaya sendiri, apalagi kalau trombosit nya turun, tidak tega melihatnya hingga mengeluarkan cairan darah dari mulutnya.

 

Untuk mengobati Zhafran, tim dokter menyarankan agar dilakukan pengobatan ke luar negri, yakni Singapura, untuk pengobatan tidak di cover BPJS karena biayanya mahal, namun urung dilakukan pihak keluarga karena terkendala biyaya. “Kami tidak tau harus dapatkan uang dari mana, dan kami cuma bisa berdoalah. penghasilan suami saya sebagai buruh harian lepas juga tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk pengobatan Zhafran yang membutuhkan biaya tidak sedikit,” ujar Nia haru.

 

Pihak keluarga sangat mengharapkan kemudahan pemerintah serta uluran tangan dari dinas terkait maupun dari dermawan, untuk membantu biaya pengobatan Zhafran agar kelak dapat sembuh dari penyakit yang dideritanya.

 

Menanggapi itu, Kusnadi atau biasa disapa Abew selaku Aparatur Staf Pemerintah Desa Kutaampel yang mewakili Kepala Desa membenarkan, saudara Zhafran yang berusia 8 tahun ini menderita Penyakit Anemia Aplastik. Warga desa kami yang ber domisili di Dusun Lolahan 1 RT 09 RW 03 Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

 

Abew menambahkan, Penyakit yang diderita Zhafran ini, hasil diagnosa rumah sakit Cipto Jakarta dari dokter itu, Zhafran menderita Anemia Aplastik. Mendengar kabar haru tersebut, kami membuka donasi dan penyaluran biaya pengobatan untuk kesembuhan Zhafran. “Saat ini Zhafran ingin berobat kembali ke rumah sakit Cipto, tapi terkendala biaya, karena penghasilan orangtua nya hanya sekadar untuk lepas makan mereka sehari-hari saja,” ucapnya.

 

Disamping itu, Abew juga meminta bantuan atau uluran tangan dari semua pihak dan para dermawan, semoga besar harapan kami khususnya dinas terkait dan semua intansi untuk penyembuhan dan penanganan lebih serius, lebih intensif, karena penyakit ini agak berat bukan penyakit ringan. Untuk dapat membantu meringankan beban Zhafran yang saat ini sangat membutuhkan biaya untuk berobat.

 

“Kepada semua pihak dan para dermawan yang ingin ikut berkontribusi dalam Gerakan Sosial Kemanusiaan ini, silahkan salurkan infaknya melalui rekening BNI atas nama Sri Noviyanti di No Rekening 1399-05-2504 atau bisa langsung datang ke Alamat Dusun Lolohan 1 RT 09 RW 03 Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Atas Nama Ibu Nia (Orang tua Zhafran Arziki Khalfani). Semoga menjadi amal ibadah untuk kita semua,” harap Abew.

Red