Askep A Rudi arianto ; Kami Sepeserpun Tidak ada Menggunakan Uang Negara

LabuselSindonews86

Asisten kepala Rayon A Rudi arianto SP kebun sisumut PT PN3 Milik Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Rabu 30/11/22 ketika di konfirmasi awak media terkait tanam ulang TU, Tanaman kacangan makuna yang telah di beritakan Sindonews tgl 28/11/22 di kantornya ketika di tanyai berapa anggaran tanaman kacangan mokuna per batang,dan berapa jarak tanam kacangan mokuna Rudi arianto SP menjawap saya tidak berhak menjawap pertanyaan awak media, saya hanya bisa menjawap kalau pimpinan saya seperti Satuan Pengawas interen (SPI) dan pimpinan dari Kandir baru saya menjawab ujarnya.

Masi seputar Tanam Ulang (TU) di Afd V ketika awak media menanyakan berapa besaran anggaran yang dikeluarkan Badan Usaha Milik Negara untuk keseluruhan Tanam Ulang di Afd V seluas 161 Ha Askep Rayon A kebun sisumut juga menjawap kami juga tidak bisa memberi keterangan selain kami di perinta Pimpinan untuk menjawap maka saya jawap dan ketika saya di perinta untuk menutup maka saya tutup,
Dan ketika di tanya sala satu awak media inikan badan usaha milik negara tentu negara mengeluarkan dana untuk penanaman ulang Rudi menjawap awak media “SEPESERPUN KAMI TIDAK MENGGUNAKAN UANG NEGARA ujarnya malah Kami yang memberikan uang sama negara, kami hanya bayar pajak saja kepada negara, kemungkinan Pak Rudi arianto lupa kalau pak Askep (asisten Kepala) Rudi arianto masih tinggal di negara kesatua republik Indonesia dan kemungkinan pak Rudi lupa undang-undang transparansi publik keterbukaan tentang Informasi.

Terkai Tanam Ulang( TU) ketika ditanya Asisten kepala (askep) rayon A kebun sisumut siapa rekanan perusahaan yang mengerjakan Tanam ulang(TU) di Afd V seluas 161 hektare(ha) Rudi menjawap ada empat rekanan (PT) yang mengerjakan Tanam ulang itu, namun ketika ditanya apa saja nama PT yang mengerjakan Rudi arianto kami tidak bisa kasi tau ke bapak kalau bapak mau tau tanya saja Kandir ( maksut Rudi arianto Kantor direksi di Medan) dan Rudi arianto menambahkan 2 PT suda tidak lagi jadi rekanan kami, namun yang 2 perusahaan masih jadi rekanan ujar Rudi arianto mengakhiri pembicaraanya.

(Penulis berita Sahat M Siregar)