Diduga ada pungli di PT RSK terhadap Masyarakat

 


Labuhanbatu // Sindonews 86.Com — PT Rantau Sinar karsa yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit berlokasi di desa Senna kecamatan pangkatan kabupaten labuhanbatu itu memiliki jalan yang di lintasi masyarakat sepanjang 8 km( kilo meter) didalam lokasi HGU PT RSK ( Rantau Sinar Karsa ) jalan parmeter pringgan perusahaan dengan masyarakat untuk melintasi jalan parmeter masyarakat dikenakan dana 25 000 (dua puluh lima ribu) /truk pengangkut hasil kebun masyarakat KTU PT RSK Danu Utomo ketika di konfirmasi awak media sindonews Senin 31/10/22 mengatakan itu ijin lintas dan disetor ke medan dan untuk perbaikan jalan parmeter tersebut masyarakat dikenakan Rp 20 000/ truk dan Rp 5000 untuk PAD desa jadi untuk melintasi jalan parmeter masyarakat harus mengeluarkan Rp 50 000/ truck namun ketika ditanya tentang uang perbaikan jalan KTU PT RSK Danu Utomo mengatakan tidak tau berbeda dengan keterangan Humas PT RSK Hariadi ketika dikonfirmasi melalui selulernya membenarkan adanya pengutipan uang perbaikan jalan sebesar Rp 20 000 ( dua puluh ribu) dan Rp 5000 untuk PAD desa itu dikelola M pardosi pak ujar humas Hariadi ketika ditanya lebih jau terkait jalan rusak yang seolah tidak di rawat Hariadi mengatakan itu suda kesepakatan masyarakat dan pembeli buah kelapa sawit perawatan jalan parmeter ditangani M Pardosi kesepakatanya ada sama saya ujarnya ditempat terpisa M Pardosi ketika di temui awak media di kediamannya menjelaskan saya memang suda melakukan penimbunan jalan parmeter itu pak dengan menggunakan tanah merah tapi tanah tersebut hilang itu suda saya timbun dengan tanah kuning dari Aek Nabara pada bulan Februari dan bulan Agustus ya mana mungkin saya timbun jalan itu dengan sirtu ( pasir dan batu ) karena harganya mau mencapai satu juta lebih kalau sampai sini sementara dananya cuman 25 000 000 (dua puluh lima juta)/tahun mana cukup pak kalau untuk menimbun dengan sirtu yang bisa ya tana kuning la ujar M Pardosi ketika di tanya uang kutipan untuk PAD sebesar Rp 5000/ tuck M Pardosi mengatakan menyerahkan uang tersebut ke kepala desa yang lama H Lumbangaol dan ketika ditanya apakah tidak di setorkan ke bendahara desa M Pardosi mengatakan ah kalau uang segitu berapa lah pak untuk uang kopinya saja ga cukup
Ditempat terpisa tokoh masyarakat B Tambunan yang kerap menggunakan jalan parmeter tersebut membenarkan adanya pengutipan jalan Rp 50 000 dan mrngesalkan tentang pengutipan yang di lakukan pasalnya tidak transparan berapa dana yang suda diterma dari hasil pengutipan M Pardosi dan berapa tanah yang ditimbunkan, pengutipan terus dilakukan tapi hasilnya tidak teransparan pembuat berita

(Sahat siregar)