Diduga Adanya Monopoli, CIC Minta Mabes Polri Usut Pengangkutan Bauksit ke Bintan

Diduga Adanya Monopoli, CIC Minta Mabes Polri Usut Pengangkutan Bauksit ke Bintan

Jakarta,Sindonews86.com – Ketua umum Coruption Investigation Commiittee atau CIC Bambang , meminta Mabes Polri usut proses pengangkutan bauksit dari Kalimantan ke Bintan.

 

Bambang menduga, adanya monopoli atau permainan yang terjadi dalam proses smelter di PT BAI Galang Batang yang bersumber dari bahan baku biji bauksit.

 

“Mengapa perusahaan ini selalu mendatangkan bahan baku bauksit dari Kalimantan, sedangkan di Bintan begitu melimpah?” Ucapnya, Selasa (11/10/2022).

 

Bambang menilai, pola tersebut menyebabkan sejumlah perusahaan – perusahaan lokal di Bintan kebingungan. Pasalnya biji bauksit yang mereka miliki tidak dapat tertampung ke perusahaan pengolahan (smelter).

 

“Padahal kalau kita analisis, cost atau pengeluaran aktivitas industri ini sangat besar. Karena ada biaya angkut dari Kalimantan ke Bintan” ucapnya

 

Ketua CIC ini pun menduga adanya permainan yang terjadi dalam kegiatan pengangkatan bauksit dari Kalimantan ke Bintan. Mestinya bauksit di Kalimantan ya pembangunan smelter di Kalimantan juga, sementara yang di Kepri ya untuk ekploitasi yang di Kepri.

 

Untuk itu, Bambang meminta agar penegak hukum mengusut dugaan monopoli dan manipulasi dokumen sehingga pengangkutan berjalan lancar.

 

“Kita ingin, keberadaan suatu perusahaan dapat berdampak positif bagi pengusaha lokal. Jangan ada permainan-permainan” harapnya

 

Pasalnya Bambang melihat, bauksit yang ada di Bintan tidak di maksimalkan, dan tentunya berdampak pada pengusaha lokal di daerah tersebut.

 

Hal itu juga dibenarkan oleh salah satu pengusaha tambang bauksit lokal di Bintan, Imron. Ia merasa kondisi ini menyebabkan potensi ekonomi dari pertambangan bauksit tidak berdampak bagi daerah.

 

“Jumlah stockpile 450 ribu MT tidak termanfaatkan dengan baik” sebutnya.

 

Padahal bila biji bauksit tersebut dapat diolah, tentu akan memberikan sumbangsih bagi PAD.

 

Berdasarkan informasi yang di lapangan, sejumlah pengusaha lokal mengaku kesulitan untuk menyalurkan bahan baku bauksit ke perusahaan smelter. “Logikanya keberadaan smelter bisa mendukung pertambangan di daerah, karena efeknya pasti bagus bagi pergerakan dan pertumbuhan ekonomi di daerah itu, ” tambahnya. ( Team )