Ismail Ratusimbangan: Polemik Dugaan suap Pengalokasian lahan di Bp Batam Bak Gayung bersambut.

Ismail Ratusimbangan: Polemik Dugaan suap Pengalokasian lahan di Bp Batam Bak Gayung bersambut.

 

Batam,Kepri,Sindonews86.com – Bukan rahasia umum lagi mengenai pengelolaan lahan di Bp Batam berhembus kencang issue miring adanya dugaan suap.

Ismail Ratusimbangan Ketum Aliansi LSM ORMAS Peduli Kepri kepada beberapa media mengatakan, mengenai issue suap Pengalokasian lahan bagi saya tidak kaget lagi toh selama ini seperti sudah menjadi tradisi ucapnya.

Kenapa saya sampaikan demikian karena mohon maaf jika di perumpamaankan ibarat ” Kentut ada baunya tetapi tidak kelihatan rupanya”.

Untuk teman teman di Bp Batam sendiri mohon maaf jangan lah munafik, koreksi diri, jika ada asap pasti ada api.

Saya ini mantan pegawai Bp Batam dulu namanya otorita Batam, dahulu tanah sudah di bayar lunas WTO nya, untuk mengurus Peta lokasi, Surat keputusan dan surat perjanjian harus keluar uang siluman,apa lagi permohonan lahan baru, sekarang modus nya lain.

Apalagi lahan tersedia’sudah semakin sedikit, jalan satu satu nya BP Batam melakukan penarikan terhadap lahan tidur, seperti baru – baru ini terjadi keributan di depan hotel Bali kecamatan lubuk baja, lahan di alokasikan Kepada pihak lain dengan alasan habis masa berlakunya WTO, pemilik lama tidak terima.

Kenapa ini bisa terjadi jawabannya gampang karena adanya permintaan.
Seharusnya Bp Batam membuat Regulasi jika ingin menarik lahan lakukan pelelangan, bukan langsung diberikan kepada satu pihak, karena semakin banyak pihak yang menginginkan lahan tersebut tentu menguntungkan.

Jika memang BP Batam konsen menarik lahan tidur dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan kota Batam, kenapa lahan di depan kantor Bp Batam sendiri sudah puluhan tahun terlantar tidak di tarik? .

Mengenai urusan lahan saya yakin dari pada Humas Bp Batam lebih tahu dan paham adalah kepala BP Batam yaitu M Rudi.

Karena latar belakang beliau sebelum masuk ranah politik adalah pengusaha, bukan Kita tidak tahu aset tanah beliau ujar Ismail.

Dulu banyak calo tanah gentayangan di kantor BP Batam, sekali rupanya banyak calo yang menjadi Tim sukses,ee rupanya bermain tanah.

Melalui informasi yang di suarakan teman teman jurnalis maupun aktifis kita selaku masyarakat Batam berharap aparat penegak hukum dapat melakukan lidik adanya dugaan suap terhadap pengalokasian lahan seputaran bandara Hang Nadim yang saat ini sedang viral sehingga tidak menjadi bola liar dan fitnah tutupnya.

(D2k)