Iwan Kei Ketua LMP Prov Kepri Merasa Kaget Dan Kecewa Siswa SDN 004 Lubukbaja Ikuti KBM di Lantai

Iwan Kei Ketua LMP Prov Kepri Merasa Kaget Dan Kecewa Siswa SDN 004 Lubukbaja Ikuti KBM di Lantai

Batam,Kepri,Sindonews86.com  – Sangat mengagetkan, melalui pemberitaan online mengenai kondisi Kegiatan Belajar Mengajar Siswa-siswi SDN 004 Lubukbaja, Kota Batam. Berangkat dari masifnya pemberitaan tersebut tim diarahkan untuk mengambil langkah-langkah investigasi mengenai persoalan dimaksud.

 

Tanggapan ketua Laskar Merah Putih Provinsi kepri Iwan Kei merasa kaget dan kecewa dengan adanya kejadian ini sekolah belajar mengajar selama 2tahun tidak ada meja dan kursi belajar di lantai,Iwan kei ketua LMP Kepri berharap pemerintah kota batam agar segera bertindak dan merespon perihal sekolah tersebut dan sekolah – sekolah lainnya yang kita tidak tau mungkin bisa sama juga kekurangan fasilitas belajar mengajar.

 

 

Melalui sambungan telepon penjelasan pihak Dinas Pendidikan Kota Batam kepada tim didapat,

Bpk. Ali bagian Sarana & Prasarana Bid. Paud Disdik Batam menyampaikan info respon Disdik bahwa ” Alhamdulillah, telah dikirimkan sore ini 21 September 2022 ke lokasi SDN 004 Lubukbaja sejumlah 36 Set Meja Kursi untuk 2 lokal, sehingga total berjumlah 72 set “.

 

 

Lebih jauh pembicaraan dan konfirmasi berlangsung, beliau coba menyampaikan kepada tim terkait kebenaran yang menyeluruh atas pemberitaan hari ini mengenai kondisi SDN 004 Lubukbaja.

 

” Bahwa Kementerian Pendidikan secara Nasional memiliki suatu Program yang bernama Program Merdeka Belajar “.

 

” Istilah Merdeka Belajar dimaksud adalah tentang suatu tata cara dan/atau pelaksanaan metode aktifitas kegiatan belajar mengajar yang bersifat teknis diberikan ruang terhadap suatu Perubahan dan/atau Kreatifitas yang dimungkinkan untuk dapat terjadi, dengan catatan tidak mengurangi “value / nilai” suatu Proses Pembelajaran dan bahkan diharapkan agar terjadinya penambahan Semangat Belajar pada siswa yang disebabkan pembaharuan pada teknis cara belajar, sebagaimana kurikulum pendidikan terkini yang telah mengalami perubahan dalam kurun 10 tahun terakhir. ”

 

” Pemahaman terhadap program Merdeka Belajar ini mungkin belum dapat dipahami oleh seluruh pihak secara utuh sebab sosialisasi program yang kurang meluas, sehingga sangat mungkin terjadi kesalahpahaman saat adanya pandangan lain didapat pada kondisi kegiatan belajar siswa “.

 

 

” Kira-kira seperti itulah arahan serta penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Bpk. Endri Arulan kepada kami di Dinas Pendidikan Kota Batam terkait pemberitaan hari ini “. Ungkap Bpk. Ali kepada tim.

(D2k)