Oknum Dokter Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan Dilaporkan ke IDI

 

MEDAN//SINDONEWS86.COM – Mantan pasien Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan, Flora Linda Wati melaporkan oknum dokter berinisial ATP ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, Selasa (29/11/2022).

 

Istri purnawirawan Polri yang kini berusia 60 tahun warga Kota Medan itu akan melapor oknum dokter yang menanganinya saat melakukan operasi karena luka bakar.

 

“Iya benar, setelah kami ke BPJS Kesehatan wilayah Sumatera Bagian Utara melaporkan manajemen Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan, kami melaporkan oknum dokter yang melakukan tindakan kepada orang tua saya saat dirawat dirumah sakit itu. Oknum dokternya adalah berinisial ATP yang merupakan dokter bedah plastik,” ungkap Santi Yoseva usai membuat pengaduan ke IDI Cabang Medan.

 

Diakuinya, bahwa ibunya dirawat dirumah sakit itu selama 10 hari sejak 2 November 2022. Akan tetapi, pihak rumah sakit mengaku telah melakukan operasi Skin Graft kepada Flora Linda Wati saat dirawat disana. Bahkan dikenakan biaya yang mencapai Rp.47.000.000,- (Empat puluh tujuh juta rupiah).

 

“Padahal, tindakan dokter bedah plastik atau dokter ATP itu tidak pernah melakukan operasi Skin Graft kepada ibu saya. Saya setiap hari selalu mendampingi ibu saya selama dirawat disana,” tegasnya.

 

Pengakuannya, bahwa pihak dokter atau manajemen hanya membersihkan luka bakar terhadap ibunya atau Debridemen.

 

“Karena uang kami tidak ada, akhirnya kami harus meminjam uang dari keluarga dan tetangga. Jadi patut diduga kami telah ditipu. Kami melaporkan oknum dokter itu ke IDI, agar pihak IDI bisa memberikan tindakan kepada oknum dokter itu. Pengaduan kami tadi diterima oleh Bapak Yuda dari Bagian Administrasi IDI terangnya.

 

Terpisah, Staf Administrasi IDI Cabang Medan bernama Azran ketika dikonfirmasi mengaku akan menindaklanjuti segala bentuk informasi atau laporan dari pihak yang membuat pengaduan.

 

“Untuk menindaklanjuti informasi adanya oknum dokter yang diduga menyalahi dalam melakukan tindakan. Pastinya kami akan tindak lanjuti pengaduan dari pihak yang merasa dirugikan,” terangnya.

 

Sebagaimana diketahui, Santi Yoseva telah mengadukan manajemen Rumah Sakit Murni Teguh Memorial ke BPJS Medan atas dugaan penipuan, Kamis 24 November 2022, kemarin.

 

Masalah muncul saat Flora Linda Wati datang kerumah sakit itu untuk berobat, sebagai peserta BPJS Kesehatan, 2 November 2022. Namun, pihak rumah sakit mengaku bahwa kamar penuh.

 

Ketika pihak keluarga pasien menunjukkan kartu asuransi Prudential, manajemen rumah sakit langsung menyarankan agar langsung masuk ke ruangan bagian pendaftaran untuk diberikan pelayanan. Akan tetapi, karena biayanya mencapai Rp.47.000.000,- (Empat puluh juta rupiah). Uang klaim asuransi itu tidak mencukupi dan harus membayar kekurangannya.

 

Selanjutnya, usai dilakukan perobatan dan pelayanan selama 10 hari, pihak dokter menyarankan keluarga pasien untuk melakukan deposit sebesar Rp.70.000.000,- (Tujuh puluh juta rupiah) dan tidak boleh pakai BPJS.

 

Karena tidak boleh pakai BPJS Kesehatan dan tidak memiliki dana sebesar itu, akhirnya keluarga sepakat membawa pasien untuk keluar dari rumah sakit itu dan membawanya langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk melakukan tindakan selanjutnya dengan menggunakan kartu BPJS. (Chris).