Satma Ampi Madina GERAM Kasus PT.SMGP seperti di “Peti Es” kan

 

Panyabungan, Sumut// sindonews86.com

Giliran kader sekaligus Sekjend DPD SATMA AMPI MADINA angkat bicara terkait peemasalahan kasus PT.SMGP yang terkesan di “peti es” kan oleh aparat penegak hukum (APH), Muliya Harisandi Nasution menilai aparat hukum terkesan membiarkan kejahatan lingkungan yang dilakukan pihak PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) terus berlanjut tanpa ada tindakan signifikan.

Demikian disampaikan oleh bung Muliya Nasution saat di mintai komentar nya oleh media ini, menanggapi insiden dugaan kebocoran gas beracun berulang di wilayah kerja perusahaan panas bumi yang beroperasi di lereng Gunung Sorik Marapi,
“kita ini melihat seperti adanya pembiaran oleh aparat penegak hukum terhadap kasus kejahatan lingkungan yang terus berlanjut tanpa adanya tindakan yang signifikan, padahal sudah jelas berapa kali insiden atas keteledoran pihak perusahaan terjadi korban pada masyarakat bahkan korban nyawa bagaimana jika masyarakat yang di duga melakukan kesalahan, APH pasti secepat kilat memproses nya, ada apa di balik ini semua?” katanya, Minggu (13 -11- 2022 ).

Lebih lanjut, insiden demi insiden yang terus berulang telah menyebabkan ketakutan dan keresahan di tengah masyarakat. “Hal ini merupakan bentuk pelanggaran HAM yang nyata dan terus berlanjut terhadap masyarakat,” yang sampai saat ini belum ada tersangka dari pihak manejemen PT. SMGP.

Muliya menilai dari sekian banyak nya rentetan kejadian yang telah menyebabkan ratusan warga menjadi korban, menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menjamin keselamatan setiap warga negara, khususnya terhadap masyarakat di Desa Sibanggor Julu dan sekitarnya.

Oleh karenanya kami meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera meng evaluasi izin dan menutup PT SMGP serta bertanggungjawab atas kebocoran gas yang telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Kami juga meminta Kapolda Sumut untuk mengusut dugaan kejahatan lingkungan yang terjadi demi keberlangsungan lingkungan hidup dan perlindungan Hak Asasi Manusia.

Muliya Nasution juga menyoroti kinerja pemerintah dan aparat kepolisian terkait dugaan kebocoran gas H2S yang terus berulang di wilayah kerja PT SMGP yang sudah beberapa kali mengkorbankan masyarakat hingga 220 orang serta korban jiwa, bahkan sebelum nya juga pernah meninggalnya 2 orang Santri Musthofawiyah Purba Baru meninggal dunia akibat masuk kolam perusahaan yang terkesan di biarkan.

Sebelumnya, sudah sering kader SATMA AMPI MADINA dan juga para pemuda melakukan aksi unjuk rasa, serta sudah mengirimkan surat kepada, Presiden, Kapolri,dan juga ke kementrian ESDM, namun semua terkesan diam seribu bahasa
(H.Nasution)