Warga  Merangkai Dayun , Tunggu Mentri Sandiaga Uno dengan Lukisan dari Pipa.

Warga  Merangkai Dayun , Tunggu Mentri Sandiaga Uno dengan Lukisan dari Pipa.

SIAK (Sindonews86.com)  Harapan besar digantungkan bapak Siwok Lushino (50) dengan adanya kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno ke Siak. Makanya warga Desa Merangkai Kecamatan Dayun ini menyediakan hadiah khusus bagi bapak yang pernah mencalon sebagai Wakil Presiden RI 2019-2024 ini, yaitu berupa karya kreatif seni lukisan dari pipa/paralon dengan cara dibakar.

 

“Ini saya kerjakan selama 15 hari, mudahan pak menteri terkesan dan tertarik sehingga bang Sandi memesankan untuk anggota keluarga dan para koleganya. Demikian juga hendaknya para pejabat di lingkungan Pemkab Siak serta masyarakat lainnya,” harap bapak yang akrab dipanggil Siwok ini.

 

Dijelaskannya, usaha ini digelutinya baru beberapa tahun belakangan sejak dia bergabung dengan sebuah komunitas seni lukis yang dikenalinya melalui dunia maya.

 

“Namun khusus untuk karya lukis diatas pipa dengan cara membakar ini, murni kreatifitas dirinya sendiri. Hingga kini baru tiga orang yang bisa menggelutinya yaitu saya dan dua teman saya lainnya di Maluku dan Semarang,” ceritanya lagi.

 

Dikatakannya, dirinya memang lebih banyak bergerak melalui media internet untuk menjual dan mencari peminat yang ingin memesan akan hasil karya lukisan tangan sendiri ini.

 

“Selain itu saya juga telah bersinergi dengan pihak Dekranasda Siak, UMKM serta kelompok ibu kreatif afdeling 7 Kecamatan Dayun. Untuk sementara hasil dari usaha ini sudah bisa memenuhi kebutuhan dasar keluarga saya,” ucapnya.

 

Dikesempatan ini Siwok berharap agar ada tempat yang disediakan pemerintah di selitat lingkungan istana Siak untuk memajangkan berbagai hasil kreatifitas masyarakat tanpa dipungut biaya kecuali jika sudah laku.

 

“Kalau hasil kreativitas ini hanya dipajangkan di Kranasda tentu pengunjung terbatas sehingga masyarakat luas tidak bisa leluasa menyaksikannya,” saran Siwok lebih lanjut. (Ujang.k).